Seorang petugas polisi di kota kecil menghentikan seorang pengendara
sepeda motor yang kedapatan ngebut di jalan utama kota. "Tapi Pak," kata
pria pengendara motor itu, "saya bisa menjelaskan alasannya."
"Jangan banyak omong," bentak polisi itu. "Saya akan menahan kamu sampai Kepala Polisi datang."
"Tapi, Pak, anda harus dengar saya dulu. Saya .....," coba menyela
pembicaraan."Sudah kubilang jangan banyak omong! Kamu akan segera saya
masukkan ke dalam tahanan!."Beberapa jam kemudian, polisi itu menengok
kembali tahanan tersebut dan berkata, "Kamu sangat beruntung, karena
hari ini Kepala Polisi sedang menghadiri pernikahan putrinya. Hatinya
pasti senang saat dia kembali ke sini nanti."
"Jangan harap," jawab pria tersebut dari dalam tahanan. "Saya adalah pengantin prianya."
Minggu, 09 Maret 2014
Mencari Gadis Lugu
Abdi Edison merasa bingung saat harus menentukan teman pendamping hidup.
Harapannya ingin memiliki istri seorang gadis desa yang lugu. Namun
karena dunia informasi yang berkembang hingga ke pelosok desa, rasanya
ia kesulitan untuk menemukan gadis yang dicita-citakan itu.
Sebagai pedoman, Abdi Edison berkesimpulan bahwa gadis lugu, adalah gadis yang tidak pernah melihat organ vital kaum pria. Hal ini akan dibuktikan dengan menunjukan 'miliknya' kepada sang gadis. Reaksi sang gadis akan menjadi parameter keluguannya.
Tiga perempuan yang sudah dikencaninya dengan spontan menyebut 'miliknya' dengan kata 'rudal', yang berarti mereka pernah melihatnya karena kebanyakan orang juga menggunakan istilah rudal.
Kini giliran Juminten. Begitu ditunjukkan 'barang' itu gadis desa itu pun dengan kalem bereaksi, "Eihh ekor tikus" sambil berusaha menangkapnya. Karena memang dikira seekor tikus yang tidak kelihatan kepalanya.
Abdi Edison pun merasa cocok dengan Juminten, karena terbukti dia belum pernah melihat alat vital kaum pria. Tak mau terlambat, keduanya pun menikah.
Di malam pertama Abdi Edison menerangkan pada Juminten tentang 'barangnya' itu, "Sayangku, ini bukan ekor tikus, tapi rudal."
Namun kecil nyali Abdi setelah Juminten menjawab, "Ah bukan, itu ekor tikus, kalau rudal kan besar. Waktu jadi TKW di Arab aku pernah melihat Meriam."
Sebagai pedoman, Abdi Edison berkesimpulan bahwa gadis lugu, adalah gadis yang tidak pernah melihat organ vital kaum pria. Hal ini akan dibuktikan dengan menunjukan 'miliknya' kepada sang gadis. Reaksi sang gadis akan menjadi parameter keluguannya.
Tiga perempuan yang sudah dikencaninya dengan spontan menyebut 'miliknya' dengan kata 'rudal', yang berarti mereka pernah melihatnya karena kebanyakan orang juga menggunakan istilah rudal.
Kini giliran Juminten. Begitu ditunjukkan 'barang' itu gadis desa itu pun dengan kalem bereaksi, "Eihh ekor tikus" sambil berusaha menangkapnya. Karena memang dikira seekor tikus yang tidak kelihatan kepalanya.
Abdi Edison pun merasa cocok dengan Juminten, karena terbukti dia belum pernah melihat alat vital kaum pria. Tak mau terlambat, keduanya pun menikah.
Di malam pertama Abdi Edison menerangkan pada Juminten tentang 'barangnya' itu, "Sayangku, ini bukan ekor tikus, tapi rudal."
Namun kecil nyali Abdi setelah Juminten menjawab, "Ah bukan, itu ekor tikus, kalau rudal kan besar. Waktu jadi TKW di Arab aku pernah melihat Meriam."
Suami Perkasa
Seorang lelaki berumur 80 tahun menikah dengan perempuan berumur 30
tahun. Mereka memutuskan untuk tidur di kamar terpisah karena si suami
kalau tidur ngorok dan mengganggu tidur istrinya.
Malam pertama setelah pesta pernikahan, si istri sudah siap-siap akan tidur ketika terdengar pintu kamarnya diketuk. Ternyata suaminya yang sudah 'siap tempur'. Merekapun berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai si suami kembali ke kamarnya.
Si istri kembali bersiap-siap untuk tidur ketika beberapa menit kemudian suaminya masuk lagi. Perempuan tersebut melayaninya dengan baik dan setelah selesai si suami meninggalkan kamarnya. Kali ini si istri yakin tidak akan diganggu lagi dan bersiap untuk tidur.
Ia sudah hampir sampai ke alam mimpi ketika terdengar pintu diketuk-ketuk. Ternyata suaminya yang mengajak berhubungan intim. Walaupun terkejut dan hampir tak percaya, si istri melayaninya. Ia sangat terkesan dengan keperkasaan suaminya.
"Saya tidak menyangka Mas sekuat ini. Tiga kali dan ketiganya memuaskan. Padahal pacar saya dulu, yang usianya jauh lebih muda dari Mas, hanya kuat sekali," kata si istri.
"Lho, tadi saya sudah ke sini toh?" jawab sang suami dengan bingung.
Malam pertama setelah pesta pernikahan, si istri sudah siap-siap akan tidur ketika terdengar pintu kamarnya diketuk. Ternyata suaminya yang sudah 'siap tempur'. Merekapun berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai si suami kembali ke kamarnya.
Si istri kembali bersiap-siap untuk tidur ketika beberapa menit kemudian suaminya masuk lagi. Perempuan tersebut melayaninya dengan baik dan setelah selesai si suami meninggalkan kamarnya. Kali ini si istri yakin tidak akan diganggu lagi dan bersiap untuk tidur.
Ia sudah hampir sampai ke alam mimpi ketika terdengar pintu diketuk-ketuk. Ternyata suaminya yang mengajak berhubungan intim. Walaupun terkejut dan hampir tak percaya, si istri melayaninya. Ia sangat terkesan dengan keperkasaan suaminya.
"Saya tidak menyangka Mas sekuat ini. Tiga kali dan ketiganya memuaskan. Padahal pacar saya dulu, yang usianya jauh lebih muda dari Mas, hanya kuat sekali," kata si istri.
"Lho, tadi saya sudah ke sini toh?" jawab sang suami dengan bingung.
Langganan:
Postingan (Atom)